Di Semenanjung Hidup Negeriku
Di Semenanjung Hidup Negeriku
oleh Muklisin Amsar Al-Bonai
Mataku tidak benar-benar menangis
Air mataku tertahan dalam-dalam
Dalam kepakan duka
Dalam kepakan lara
Hanya ada goresan sepi
Di ujung kaki merapi
Yang berbantah-bantahan dengan bintang
Dengan malam
Dengan pagi
Dengan manusia yang lupa hati
Mataku tidak benar-benar menangis
Hanya hatiku yang menggigil kuyup
Disapa yang sujan
Sang dingin
Mataku tidak benar-benar menangis
Hanya hatiku yang bisu
Menatap coretan takdir di kanvas riwayat
Inilah tamsir duka
di semenanjung hidup negeriku
Pku, 12-11-2010. 15:18
oleh Muklisin Amsar Al-Bonai
Mataku tidak benar-benar menangis
Air mataku tertahan dalam-dalam
Dalam kepakan duka
Dalam kepakan lara
Hanya ada goresan sepi
Di ujung kaki merapi
Yang berbantah-bantahan dengan bintang
Dengan malam
Dengan pagi
Dengan manusia yang lupa hati
Mataku tidak benar-benar menangis
Hanya hatiku yang menggigil kuyup
Disapa yang sujan
Sang dingin
Mataku tidak benar-benar menangis
Hanya hatiku yang bisu
Menatap coretan takdir di kanvas riwayat
Inilah tamsir duka
di semenanjung hidup negeriku
Pku, 12-11-2010. 15:18

Comments
Post a Comment