Mata alam dalam negeri yang kelu
Mata alam..dalam negeri yang kelu
Sang bintang tiada lagi manggung
Bulan pun ikut membisu
Langit menatap perih
Malam enggan berceloteh
Hanya angin diam-diam berbisik,
“Lihat aksi sang bumi”
Yang lain diam dalam kabut
Menoleh ke arah air
Air hanya tegap berlalu
Menari-nari dengan ombak
kawanan tsunami
Yang lain termanggu
Menatap ulah bumi
Bergoyang-goyang riang
Menyaingi biduan kelam
Angin berkata,
“Bintang, bulan, langit, jangan ikut campur”
Yang lain diam
Menengok tingkah api
Si jago merah yang naik pitan
Melahap hingga arang
Bintang, bulan, langit, angin bisu
Menadah atau membela
“Ini bukan garis kami” kata mereka.
Mata alam..dalam negeri yang kelu
Mata alam dalam Titah Tuhan
Pku, 12-11-2010. 15:35
Sang bintang tiada lagi manggung
Bulan pun ikut membisu
Langit menatap perih
Malam enggan berceloteh
Hanya angin diam-diam berbisik,
“Lihat aksi sang bumi”
Yang lain diam dalam kabut
Menoleh ke arah air
Air hanya tegap berlalu
Menari-nari dengan ombak
kawanan tsunami
Yang lain termanggu
Menatap ulah bumi
Bergoyang-goyang riang
Menyaingi biduan kelam
Angin berkata,
“Bintang, bulan, langit, jangan ikut campur”
Yang lain diam
Menengok tingkah api
Si jago merah yang naik pitan
Melahap hingga arang
Bintang, bulan, langit, angin bisu
Menadah atau membela
“Ini bukan garis kami” kata mereka.
Mata alam..dalam negeri yang kelu
Mata alam dalam Titah Tuhan
Pku, 12-11-2010. 15:35

Comments
Post a Comment