Pena Hatiku
Pena Hatiku
Tuhan, setelah Engkau aku hanya punya teman pena dan kertas-kertas putih lugu
yang sabar menerima tumpahan mimpi dan imajinasiku
dalam kesedihan ini aku tetap akan bersyukur atas cinta
dan samudera karunia-Mu
atas semangat otakku dalam berpikir meski galau
atas tanganku yang gesit menulis walau kaku
atas penyakitku yang hampir menyabut akar kehidupan
namun memacu adrenaline kreatifku
seakan tak mau mengeluh apalagi menyerah
kadang aku malu sebagai mandornya
Ahh, pikirku..dari pada bersedih
lebih baik terus menari dengan pena hatiku
Karya: Muklisin Amsar Al-Bonai
Pekanbaru, 9 Juni 2011


Comments
Post a Comment